CASE REPORT PADA MULTIGRAVIDA TRIMESTER III DENGAN KEHAMILAN RISIKO SANGAT TINGGI DI BPM V KECAMATAN TANAH MERAH

Isi Artikel Utama

Dina YUniar Khoirunnisa
Suryaningsih
Rodiyantun
Siti Anisak

Abstrak

LATAR BELAKANG: Kehamilan risiko sangat tinggi memerlukan deteksi dini, pemantauan intensif, dan perencanaan persalinan untuk mencegah komplikasi pada ibu dan janin. Faktor usia maternal ≥35 tahun, riwayat abortus, dan tinggi badan <145 cm merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam penilaian risiko kehamilan. Tujuan laporan kasus ini adalah mendeskripsikan asuhan kebidanan pada multigravida trimester III dengan kehamilan risiko sangat tinggi. METODE: Desain yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan case report pada satu ibu hamil multigravida trimester III di BPM Dwi Veronika Aprilia, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan. Data diperoleh melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik dan obstetri, pemeriksaan penunjang, serta dokumentasi SOAP. Penilaian risiko menggunakan Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR). HASIL: Ny. S, 41 tahun, G3P1A1, pada kunjungan pertama usia kehamilan 32–33 minggu mengeluhkan pusing dan mudah lelah. Tinggi badan 142 cm, Hb 11,9 g/dL, kondisi ibu dan janin baik, dan skor KSPR 14 sehingga termasuk kehamilan risiko sangat tinggi. Asuhan dilakukan dalam tiga kunjungan meliputi edukasi kehamilan risiko sangat tinggi, pengaturan aktivitas dan istirahat, ANC rutin, terapi sesuai anjuran, pemindahan fasilitas kesehatan BPJS, rujukan terencana, pemantauan ibu dan janin, P4K, edukasi tanda bahaya dan tanda persalinan, serta konseling kontrasepsi pascapersalinan. Pada kunjungan kedua keluhan pusing berkurang dan pada kunjungan ketiga tidak lagi dirasakan; kondisi ibu dan janin tetap baik. SARAN: Pemantauan ANC berkelanjutan, kesiapan rujukan, P4K, dan keterlibatan keluarga perlu dipertahankan pada ibu dengan kehamilan risiko sangat tinggi.

Rincian Artikel

Bagian

Artikel

Referensi

Alvionita, V., Erviany, N., Angraini, R., Nurfitri, & Ramadhani, A. A. 2023. Faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang deteksi risiko tinggi kehamilan. Jurnal Sehat Mandiri, 18(2), 70–81.

Barimba, P., & Widia, L. 2025. Study kasus pada Ny. H usia 35 tahun dengan risiko tinggi terlalu pendek ≤145 cm di Puskesmas Barimba Kabupaten Kapuas.

Buresti, G., dkk. 2024. Gerdu Buresti (Gerakan Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi) bersama keluarga dalam kesiapan rujukan di Desa Kelbung, Sepulu, Bangkalan, 8(1), 751–756.

Glick, I., Kadish, E., & Rottenstreich, M. 2021. Management of pregnancy in women of advanced maternal age: Improving outcomes for mother and baby, 751–759.

Hadina, Kasmawati, & Radjulaini, Z. 2023. Peningkatan kapasitas ibu hamil menjalani kehamilan melalui edukasi tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan, 7(4), 3977–3983.

Nita, S. I., & Fitri, I. 2021. Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K).

Sarina, Y. T. 2023. Asuhan kebidanan kehamilan pada Ny. S dengan risiko tinggi di Praktik Mandiri Bidan Sri Satiarsih, 14(2), 70–76.

Susilawati, E. 2023. Antenatal screening of pregnancy risk using KSPR in high risk pregnancy women. Jurnal Proteksi Kesehatan, 12(2), 177–183.

Veri, N., Faisal, T. I., & Khaira, N. 2023. Literatur review: Penatalaksanaan ketidaknyamanan umum kehamilan trimester III, 3(2).

Veri, N., Lajuna, L., Mutiah, C., Halimatussakdiah, & Dewita. 2024. Preeclamsia: Pathophysiology, diagnosis, screening, preventive and management. FEMINA Jurnal Kebidanan, 4, 283–296.

Wulansari, S., & Astria, N. 2024. Faktor risiko abortus di Indonesia tahun 2014–2023: Studi, 3, 92–101.

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.