DESAIN TEMPAT PENERIMAAN PASIEN RAWAT JALAN (TPPRJ) UNTUK MEMINIMALISASI MUSCULOSKELETAL DISORDERSDI PUSKESMAS GATAK

Isi Artikel Utama

dini gita puspita

Abstrak

Ketidaksesuaian dimensi fasilitas kerja dengan ukuran tubuh petugas pendaftaran rawat jalan dapat memicu postur
canggung serta postur statis yang menyebabkan timbulnya gangguan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Jenis
penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bersifat deskriptif. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi risiko MSDs dan mendesain meja penerimaan pasien rawat jalan di Puskesmas Gatak secara
ergonomi. Subjek dalam penelitian ini adalah keseluruhan petugas di unit tempat penerimaan pasien yang berjumlahkan
4 petugas, serta objek pada fasilitas kerja TPPRJ. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tabel Nordic Body Map
(NBM) untuk keluhan otot, lembar kerja metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA) untuk evaluasi postur kerja,
dan tabel antropometri untuk mendesain meja sesuai dengan antropometri petugas. Analisis data dilakukan secara
deskriptif dengan mengevaluasi skor akhir ROSA serta menggunakan perhitungan persentil 5, 50, dan 95 dari standar
antropometri tubuh petugas. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas petugas mengalami keluhan otot pada level risiko
tinggi dengan keluhan pada leher atas sebesar 100%, leher bawah 87,5%, pergelangan tangan kanan 87,5%, serta siku
kanan, tangan kanan, lengan atas dan bawah kanan sebesar 81,2%. Keluhan tersebut dominan pada tubuh bagian atas
sebelah kanan dikarenakan petugas bekerja dalam posisi duduk statis selama kurang lebih 4,5 jam dengan aktivitas
mengetik secara berulang. Hasil evaluasi ROSA menunjukkan seluruh petugas berada pada level risiko sangat tinggi
dengan skor akhir ≥8 akibat kursi tanpa sandaran tangan dan penyangga pinggang, meja terlalu tinggi (84 cm), dan
posisi monitor tidak sejajar. Desain meja baru direkomendasikan dengan spesifikasi panjang meja 134 cm, lebar meja
63 cm, tinggi meja 74 cm, tinggi laci keyboard 69 cm, dan tinggi rongga meja 61 cm yang disesuaikan berdasarkan data
antropometri petugas. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa stasiun kerja TPPRJ saat ini belum ergonomis
sehingga memicu beban otot statis petugas.

Rincian Artikel

Bagian

Artikel

Referensi

Cahyani, A. D., et al. (2025). Analisis Antropometri pada Sarana Kerja Tempat Pendaftaran Rawat Jalan di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul. Journal of Health Information Management, 6(1), 12-20.

Golo, A., et al. (2024). Evaluasi Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) di Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan: Tinjauan Postur Kerja dengan Metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA). Indonesian Health Journal, 3(2), 45-53.

Kusumawati, E., et al. (2025). Tinjauan Faktor Ergonomi Serta Gangguan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Di Unit Pendaftaran Rawat Jalan RSD K.R.M.T Wonosegoro Semarang. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, 112-121.

Qolbi, N., & Roziqin, M. (2022). Desain Ruang Unit Kerja Rekam Medis Berdasarkan Aspek Ergonomi di Puskesmas Senduro. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 10(2), 89-96.

Rohayarti, T., & Saftarina, F. (2025). Assessment Ergonomi Metode ROSA pada Tenaga Kesehatan di Puskesmas Klafdalim Distrik Moisegen Kabupaten Sorong. Medula: Jurnal Kedokteran, 14(1), 74-82.

Sonne, M., Villalta, D. L., & Andrews, D. M. (2011). Development and evaluation of the Rapid Office Strain Assessment (ROSA). Applied Ergonomics, 42(5), 733-745.

Tarwaka, Bakri, S. H. A., & Sudiajeng, L. (2004). Ergonomi Untuk Keselamatan, Kesehatan, dan Produktivitas. Uniba Press.

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.