ASUHAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI DENGAN MIOPIA TINGGI PADA MULTIGRAVIDA DI AROSBAYA
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar Belakang: Kehamilan risiko sangat tinggi memerlukan pemantauan komprehensif karena berpotensi meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Kombinasi usia ibu >35 tahun, jarak kehamilan >10 tahun, riwayat abortus, dan miopia tinggi (≥6,00 dioptri) memerlukan deteksi dini serta kolaborasi antardisiplin. Tujuan: Mendeskripsikan asuhan kebidanan pada ibu hamil multigravida trimester III dengan risiko sangat tinggi dan miopia tinggi. Metode: Laporan kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan dan dokumentasi SOAP. Asuhan diberikan selama empat kunjungan pada Juni 2026 di PMB Umi Fatah, Arosbaya, Bangkalan. Data diperoleh melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan dokumentasi. Hasil: Ibu berusia 36 tahun, G3P1A1, dengan skor KSPR 14. Keluhan awal berupa nyeri pinggang, nokturia, dan kecemasan menghadapi persalinan. Tekanan darah selama pemantauan 120/80, 120/77, 120/70, dan 110/80 mmHg. Protein urine pada pemeriksaan 17 Juni 2026 positif lemah, kemudian negatif pada dua pemeriksaan berikutnya. Pemeriksaan mata menunjukkan ODS miopia dan ODS astigmat; dokter spesialis mata merekomendasikan pertolongan persalinan di rumah sakit dan kolaborasi dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Keluhan ibu berangsur membaik dan kesejahteraan janin tetap baik. Kesimpulan: Asuhan antenatal yang komprehensif, pemantauan faktor risiko, deteksi dini preeklamsia, penanganan ketidaknyamanan trimester III, serta kolaborasi lintas profesi mendukung stabilitas kondisi ibu dan janin pada kehamilan risiko sangat tinggi dengan miopia tinggi. Studi selanjutnya perlu mendokumentasikan luaran persalinan dan kondisi retina secara lebih rinci agar kesinambungan asuhan dari antenatal hingga postpartum dapat dievaluasi secara utuh.
Rincian Artikel
Terbitan
Bagian
Referensi
Afifah, N. H., et al. (2026). Pengetahuan ibu hamil dan skrining ultrasonografi (USG) pada kehamilan risiko tinggi di Puskesmas Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Gemakes: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 340–349. https://doi.org/10.36082/gemakes.v6i2.3206.
Agus, A. I., Padhila, N. I., & Amir, H. (2021). Factors affecting of myopia: A literature review, 10(1). https://doi.org/10.30994/sjik.v10i1.681.
Arihta, T. D. (2020). Fisiologis kehamilan dan persalinan.
Astutik, L. P., et al. (2024). Fisiologi kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir.
Basoeki, R. A. (2021). Miopia tinggi pada kehamilan: Case report, 1–8.
Bryllianna, D. A., Hendarto, H., & Henderi, H. (2026). Perbedaan kenaikan berat badan dan kadar hemoglobin pada ibu hamil primigravida dengan multigravida, 5(1), 385–397.
Dinara Nur Alfi. (2022). Miopia: Etiologi dan terapi, 49(10), 556–559.
Efendi, R., Nilam, Y., Yanti, J. S., & Hakameri, C. S. (2022). Ketidaknyamanan trimester III di PMB Ernita Kota Pekanbaru Tahun 2022. Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal), 2, 275–279.
Fenny Nur Alfiyani, et al. (2024). Hubungan antara nyeri punggung bawah terhadap aktivitas fungsional pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit. Jurnal Ilmiah Nusantara, 2(6), 503–511.
Frick, A. P. (2021). Advanced maternal age and adverse pregnancy outcomes. Best Practice & Research Clinical Obstetrics & Gynaecology, 70, 92–100. https://doi.org/10.1016/j.bpobgyn.2020.07.005
Fristika, Y. O., et al. (2023). Pentingnya pemeriksaan ANC dan pengetahuan taksiran berat janin pada ibu hamil. Ukhuwah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 45–50.
Gantt, A., et al. (2022). Pregnancy at age 35 years or older. American College of Obstetricians and Gynecologists.
Hartati, S. G. A. (2023). Deteksi dini kehamilan dengan menggunakan Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) pada ibu hamil di wilayah, 4(5), 10465–10469.
Haryanti, Y., & Amartani, R. (2021). Gambaran faktor risiko ibu bersalin di atas usia 35 tahun. 10(3), 372–379.
Iis Indriayani, Lia Octavia, Desi Candra Dewi, Fajar Susanti, & Prodi. (2023). Hubungan pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsia terhadap pencegahan preeklamsia. Jurnal ‘Aisyiyah Medika, 8, 61–69. https://doi.org/10.36729/jam.v8i1.
Iskandar, F., et al. (2021). Kontroversi persalinan spontan pada miopia tinggi, 47(10), 778–780.
Israwati, S. (2025). Hubungan usia ibu dan jarak kehamilan dengan kejadian abortus, 1(3), 170–177.
Jannati, S. H., et al. (2025). Karakteristik ibu (usia, paritas, pendidikan) dan dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil trimester III. Jurnal Kesehatan Qamarul Huda, 13(2), 81–95. https://doi.org/10.37824/jkqh.v13i2.2025.1094.
Jiang, M., et al. (2024). Association between sleep quality and duration during pregnancy and risk of gestational diabetes: A systematic review and meta-analysis. Gynecological Endocrinology, 40(1). https://doi.org/10.1080/09513590.2024.2391925.
Kartika, I., & Claudya, T. P. (2021). Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil menghadapi proses persalinan. Journal of Midwifery and Public Health, 3(2), 47. https://doi.org/10.25157/jmph.v3i2.6821.
Kotarumalos, S. S., & Suharni, S. (2024). Faktor pemicu sering buang air kecil dan dampaknya terhadap kualitas tidur ibu hamil. Jurnal Kebidanan (JBD), 4(2), 79–91.
Kurniati, A., et al. (2022). Pelaksanaan skrining preeklamsia selama kehamilan, 7, 416–425.
Lean, S. C., Derricott, H., Jones, R. L., & Heazell, A. E. P. (2017). Advanced maternal age and adverse pregnancy outcomes: A systematic review and meta-analysis. PLOS ONE, 12(10), e0186287. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0186287
Lellyawaty, Rizky Vaira, & C. N. (2023). Deteksi faktor risiko oleh ibu hamil menggunakan “Gelas Faktor” Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR), 0–5.
Lestari, I. T., et al. (2025). Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. N dengan faktor risiko umur >35 tahun dan multiparitas di Puskesmas Paguyangan Kabupaten Brebes.
Majola, L., et al. (2021). Reliability of last menstrual period recall, an early ultrasound and a smartphone app in predicting date of delivery and classification of preterm and post-term births. BMC Pregnancy and Childbirth, 1–10. https://doi.org/10.1186/s12884-021-03980-6.
Mandani, C. P. (2024). Korelasi MAP (mean arterial pressure) dan protein urine sebagai skrining kondisi preeklampsia, 6(2), 115–124.
Meiyanti, F., et al. (2021). Efektifitas pemberian tablet MMS (multiple micronutrient supplement) terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil di wilayah kerja, 1–15.
Ni, W., Gao, X., Su, X., Cai, J., Zhang, S., Zheng, L., Liu, J., Feng, Y., Chen, S., Ma, J., Cao, W., & Zeng, F. (2023). Birth spacing and risk of adverse pregnancy and birth outcomes: A systematic review and dose-response meta-analysis. Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica, 102(12), 1618–1633. https://doi.org/10.1111/aogs.14648
Norhapifah, & Hestri, I. H. (2021). Tanda-tanda bahaya pada ibu hamil trimester III.
Pregnancy, V. D. (2022). Jarak kehamilan dan penerimaan diri terhadap kejadian mual muntah selama kehamilan. Jurnal Kebidanan, XIV(2), 125–135.
Priskilia, I., et al. (2022). Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. “SW” umur 26 tahun G2P1A0 usia kehamilan 36 minggu 3 hari di Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura. Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak, 5(1), 10–25.
Rahayu, M., & Fitria, R. (2023). Mengurangi ketidaknyamanan nyeri pinggang pada ibu hamil trimester III. Ejournal Malahayati, 10(12), 1–2.
Sgayer, I., Cohen, M., Rosenbaum, Y., Kruzel-Davila, E., Shasha-Lavsky, H., Lowenstein, L., & Wolf, M. F. (2024). Obstetrical outcomes of women with new-onset isolated proteinuria diagnosed after 24 weeks’ gestation. Archives of Gynecology and Obstetrics, 310(2), 1063–1070. https://doi.org/10.1007/s00404-024-07535-w
Shemer, A., Zloto, K., Peretz, Z., Eting, E., Or, L., Pras, E., & Dubinsky-Pertzov, B. (2024). Rates of recurrent retinal detachment after vaginal versus cesarean deliveries: A retrospective analysis and review of the literature. Retina, 44(1), 78–82. https://doi.org/10.1097/IAE.0000000000003909