FAKTOR-FAKTOR PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BAYI USIA 6–12 BULAN

Isi Artikel Utama

Henny Yulistin
Yuli Yantina
Ledy Octaviani Iqmy

Abstrak

Latar Belakang: ASI eksklusif selama enam bulan pertama merupakan praktik penting untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan perlindungan kesehatan bayi. Keberhasilannya dipengaruhi oleh berbagai faktor individu dan lingkungan. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo, cakupan ASI eksklusif masih berfluktuasi sehingga diperlukan identifikasi faktor yang berkaitan dengan praktik tersebut.


Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Tahun 2026.


Metode: Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo. Sampel berjumlah 149 responden dan diperoleh dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai pemberian ASI, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, serta Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) untuk skrining kondisi psikologis. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan α=0,05.


Hasil: Sebanyak 95 responden (63,8%) memberikan ASI eksklusif dan 54 responden (36,2%) tidak memberikan ASI eksklusif. Terdapat hubungan antara pendidikan (p=0,017; OR=0,438; 95% CI: 0,221–0,867), pekerjaan (p=0,001; OR=3,310; 95% CI: 1,649–6,644), pengetahuan (p<0,001; OR=5,132; 95% CI: 2,281–11,544), dan kondisi psikologis (p<0,001; OR=0,073; 95% CI: 0,032–0,165) dengan pemberian ASI eksklusif. Kondisi psikologis memiliki korelasi paling kuat (r=0,558), diikuti pengetahuan (r=0,340), pekerjaan (r=0,281), dan pendidikan (r=0,196).


Kesimpulan: Pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan kondisi psikologis ibu berhubungan signifikan dengan pemberian ASI eksklusif. Kondisi psikologis merupakan faktor yang memiliki hubungan paling kuat. Hasil perlu ditafsirkan sebagai hubungan, bukan sebab-akibat, karena penelitian menggunakan desain cross-sectional dan pengukuran EPDS dilakukan pada saat penelitian.

Rincian Artikel

Bagian

Artikel

Referensi

Apriani, R., Rohani, T., & Darmawansyah, D. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Rawat Inap Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang. Jurnal Kebidanan Manna, 2(1), 7–22.

Azhari, I. (2025). Dampak pemberian ASI eksklusif dalam perkembangan fisik motorik anak usia dini 5–6 tahun RA Griya Bina Widya Perum Griya Binawidya UNRI Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Azizah, N., Nisak, A. Z., & Rahmawati, A. M. (2023). Pendidikan dan pengetahuan ibu bekerja tentang ASI perah. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 14(1), 294–299.

Badan Pusat Statistik. (2025). Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif menurut provinsi (persen), 2025.

Budiman. (2013). Kapita selekta pengetahuan dan sikap untuk penelitian kesehatan. Salemba Medika.

Darmawan, D., & Fadjarajani, S. (2016). Hubungan antara pengetahuan dan sikap pelestarian lingkungan dengan perilaku wisatawan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Jurnal Geografi, 4(1).

Dewi, I. P., Ulfa, L., Aprillia, Y. T., & Kurniasari, H. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 13(4), 272–282.

Fatimah, S., Hipni, R., Januarsih, J., & Maslani, N. (2024). Hubungan pengetahuan dan pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Martapura I Tahun 2024. Jurnal Kebidanan Bestari, 8(1), 21–31.

Gondo, H. K. (2012). Skrining Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) pada postpartum blues. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma, 1(2), 17–29.

Harda, F., Az-zahra, N., Ardhana, S., & Cantika, V. (2023). Dampak program Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, pendidikan perempuan, dan jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terhadap tingkat stunting di Indonesia. Universitas Padjadjaran.

Hidayatullah, K. (2023). Analisis karakteristik aitem need of change EPPS menggunakan metode item response theory model two-parameter logistic [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Iba, Z. (2023). Metode penelitian. Eureka Media Aksara.

Karlinah, N., Irianti, B., Setiawati, S., Israyati, N., & Warlenda, S. V. (2025). Penerapan pijat laktasi dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan. Jurnal Medika, 4(3), 655–659.

Khariena, A. T. (2023). Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif pada ibu pekerja di PT Bumi Menara Internusa [Skripsi]. Universitas Lampung.

Khotimah, K., Satillah, S. A., Fitriani, V., Miranti, M., Maulida, M., Hasmalena, H., Pagarwati, L. D. A., & Zulaiha, D. (2024). Analisis manfaat pemberian ASI eksklusif bagi ibu menyusui dan perkembangan anak. PAUDIA, 254–266.

Kumari, P., Raval, A., Rana, P., & Mahto, S. K. (2023). Regenerative potential of human breast milk: A natural reservoir of nutrients, bioactive components and stem cells. Stem Cell Reviews and Reports, 19(5), 1307–1327.

Lampung Open Data. (2024). Bayi baru lahir mendapat IMD dan pemberian ASI eksklusif pada bayi <6 bulan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung tahun 2022.

Lestari, D. N. (2023). Literature review: Tingkat pengetahuan ibu dalam pemberian ASI eksklusif berdasarkan usia, pendidikan dan status pekerjaan. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(6), 1262–1270.

Maharani, M., & Khumairoh, R. (2023). Literature review: Peran bidan terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan, 4(2), 278–286.

Mustaghfiroh, L., & Widiastuti, T. (2024). Analisis faktor yang mempengaruhi produksi Air Susu Ibu (ASI). MENARA MEDIKA, 7(1), 69–80.

Nuradhiani, A. (2023). Faktor risiko masalah gizi kurang pada balita di Indonesia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat dan Sosial, 1(2), 17–25.

Nursalam, N., & Djaha, A. S. A. D. (2023). Pelatihan pembuatan kuesioner penelitian bagi mahasiswa Prodi Administrasi Negara FISIP Universitas Nusa Cendana. JDISTIRA, 3(1), 25–31.

Paramitha, M. (2023). Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi umur 0–6 bulan yang datang berobat ke Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi [Skripsi]. Universitas Jambi.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif.

Prihatini, F. J., Achyar, K., & Kusuma, I. R. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakberhasilan ASI eksklusif pada ibu menyusui. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat, 3(4), 184–191.

Puskesmas Sidomulyo. (2025). Formulir rekapitulasi bayi baru lahir dan bayi DPT ASI eksklusif. Puskesmas Sidomulyo.

Puspita, R. (2023). Hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan paritas dan pekerjaan ibu di Rumah Bersalin Citra Palembang. Journal of Midwifery Tiara Bunda, 2(1), 1–7.

Putri, A. O., Rahman, F., Laily, N., Rahayu, A., Noor, M. S., Yulidasari, F., Sari, A. R., Rosadi, D., Anhar, V. Y., & Wulandari, A. (2020). Air susu ibu (ASI) dan upaya keberhasilan menyusui. CV. Mine.

Samosir, F. J., Pane, P. Y., Zebua, J. V. C., Manalu, P., & Dalimunthe, S. Y. (2025). Kesehatan mental ibu memengaruhi pemberian ASI eksklusif pada bayi: Scoping review. Ibnu Sina, 24(1), 111–124.

Suhaid, D. N. (2024). Hubungan antara motivasi dengan pengetahuan tentang ASI eksklusif. Jurnal Ilmiah Bidan, 8(2), 15–20.

Suprihatin, E. (2018). Gambaran tingkat pengetahuan kader posyandu tentang ASI eksklusif di Desa Tegalombo wilayah kerja Puskesmas Kalijambe Sragen [Skripsi]. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Susanti, R., Abriyani, N. N. Y., & Kirana, D. N. (2025). Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap tingginya skor EPDS pada ibu nifas: A literature review. Health Care: Jurnal Kesehatan, 14(2), 376–388.

Winingsih, A., & Yanuarti, T. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Malahayati Nursing Journal, 5(3), 889–902.

Wiyani, L., Aladin, A., Rasyid, R., Wahyuni, A., Azzahra, Q., Nirma, N., & Nurhalifa, N. (2024). Edukasi pencegahan stunting melalui makanan pendamping ASI berbasis pangan lokal dan teknologi pengolahannya. Jurnal Abdi Insani, 11(3), 396–405.

Yantina, Y., Rachmawati, F., & Anggraini, A. (2023). The relationship of complementary feeding (MP-ASI) and exclusive breast milk with nutritional status in toddlers. JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati), 9(1), 133–138.

Yunus, Y., & Katili, T. E. P. S. (2024). Hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada ibu yang bekerja. Madu: Jurnal Kesehatan, 12(2), 110–117.

Zubaida, A., Immawati, I., & Dewi, T. K. (2024). Penerapan pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif pada ibu menyusui di Puskesmas Iringmulyo Metro Timur. Jurnal Cendikia Muda, 4(2), 194–200.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.