HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN ANGKA KUNJUNGAN BALITA BATUK BUKAN PNEUMONIA

Isi Artikel Utama

Dyni Areta NIngrum
Nita Evrianasari
Neneng Siti Lathifah

Abstrak

Latar belakang: Batuk bukan pneumonia merupakan salah satu penyumbang morbiditas pada anak yang signifikan, dengan angka kesakitan balita mencapai 23,4% di Provinsi Lampung dan 42% di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2023. Data kunjungan Puskesmas Way Sulan menunjukkan peningkatan kasus batuk bukan pneumonia pada balita dalam tiga tahun terakhir, dari 28,2% pada tahun 2022 menjadi 52,3% pada tahun 2024. Tujuan:  Diketahui distribusi karakteristik apa saja yang berhubungan dengan angka kunjungan balita batuk bukan pneumonia di UPTD Puskesmas Way Sulan. Metode penelitian: Desain penelitian dilakukan deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer. Dilakukan dari Juli sampai dengan Agustus terhadap 57 ibu balita dimana pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner. Kemudian dianalisa dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi karakteristik dan pengetahuan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (57,9%) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai batuk bukan pneumonia, sedangkan 42,1% memiliki pengetahuan tinggi. Untuk kunjungan balita, 66,7% termasuk dalam kategori batuk bukan pneumonia, sementara 33.3% termasuk kategori selain batuk bukan pneumonia. Hasil uji statistik bivariat menunjukkan nilai signifikansi (P-Value) sebesar 0,046 (≤ 0,05). Ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan angka kunjungan balita batuk bukan pneumonia. Didapatkan juga nilai Odds Ratio sebesar 3,714 yang berarti ibu dengan pengetahuan rendah memiliki kemungkinan tiga kali lipat lebih besar untuk berkunjung ke puskesmas dibandingkan ibu dengan pengetahuan tinggi. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan yang menunjukkan bahwa ibu berpengetahuan rendah berpeluang tiga kali lebih besar untuk melakukan kunjungan balita dengan kondisi tersebut dibandingkan ibu berpengetahuan tinggi. Saran: Diharapkan adanya peningkatan edukasi mengenai penanganan dan deteksi dini batuk bukan pneumonia oleh tenaga kesehatan kepada para ibu, pengoptimalan peran kader posyandu, serta pengembangan penelitian selanjutnya dengan instrumen yang lebih valid untuk meminimalkan bias.


 


Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, Balita, Batuk Bukan Pneumonia

Rincian Artikel

Bagian

Artikel

Referensi

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.