HUBUNGAN LAMA KALA II PERSALINAN DENGAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN

Penulis

  • Desni Irawati Penulis
  • Fitria Penulis
  • Ratna Dewi Putri Penulis

Abstrak

Latar Belakang : Kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara berkembang akibat perdarahan yang dapat disebabkan ruptur perineum. Prevalensi ruptur perineum di Asia mencapai 50% dari kejadian ruptur perineum di Dunia. Besarnya bayi atau berbagai penyulit dalam persalinan menyebabkan lama persalinan lebih lama dan menjadi faktor risiko ruptur perineum namun penelitian tentang hal ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Lama Kala II Persalinan Dengan Ruptur Perineum di PMB S di Parerejo.

Metode : Penelitian dilakukan pada bulan 13 Januari - 30 Juni 2016 di PMB S Parerejo. Jenis penelitian Kuantitatif, Rancangan penelitian ini analitik dengan pendekatan Cross Sectional, Populasi semua ibu bersalin sebanyak 64 ibu bersalin. Dengan jumlah sampel pada bulan Mei- Juni 2016 sebanyak 38 ibu bersalin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisa dengan uji Chi Square.

Hasil : Diketahui dari 38 ibu bersalin dengan lama persalinan yang beresiko sebanyak 25 (65,8 %), sedangkan lama persalinan tidak beresiko 13 (34,2 %). 38 bersalin yang mengalami ruptur perineum 25 (65,8 %), lebih banyak dibandingkan yang tidak ruptur perineum 13 (34,2 %). Lama persalinan beresiko yang mengalami ruptur perineum 20 (80,0%), sedangkan lama persalinan tidak beresiko yang mengalami ruptur perineum 5 (20,0%). Hasil uji chi square diperoleh ρ-value = 0,028 (α <0,05; OR 2,045), ada hubungan antara lama kala II persalinan dengan terjadinya ruptur perineum.

Kesimpulan : Pemantauan persalinan dengan tepat menggunakan patograf dan konseling tentang teknik mengejan yang benar khusus nya pada ibu primigravida diperlukan untuk mencegah ruptur perinuem.

 

Kata Kunci  : Lama Persalinan Kala II , Ruptur Perineum

Referensi

Arikunto. S. (2010). Prosedur Penelitian.

Rineka Cipta. Jakarta

Compion. (2009). Ruptur perineum. http://stikesharapanmama.Diakses pada tanggal 17 Februari 2014.

Depkes. (2010). AKI dan AKB Indonesia. www.litbang.depkes.go.id.diaskes Tanggal 18 Februari 2015

Dinkes. (2015). Profil Dinas Kesehatan Pringsewu. www.dinkespringsewu. go.id.diaskes Tanggal 19 Februari 2016

JNPK-KR. (2008). Penelitian Klinik Asuhan Persalinan Normal. Jakarta

Lampost.co (2013). Kematian ibu dan anak jadi kendala di Lampung. Diakses pada tanggal 17 Februari 2014. http//lamppost.co/berita/kematian- ibu-dan-anak-jadi-kendala-di- lampung.

Manuaba,G. B.(2008). Gawat Darurat Obstetri Ginekologi & Obstetri Ginekologi Sosial untuk Profesi Bidan. EGC. Jakarta (2010). Ilmu Kandungan Penyakit Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta

Varney. (2007). Buku Ajar Asuhan Kebidanan (vol 4). EGC. Jakarta.

Mochtar. R. (2011). Obstetri Fisiologi dan Obstetri Patologi. EGC. Jakarta

Notoatmodjo. S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta

Nursalam. (2013). Metode Penelitian Ilmu Keperawatan. Salemba Medika. Jakarta.

Oxorn, Harry and William, R.Forte, (2010). Ilmu Kebidanan Patologis dan Fisiologi Persalinan (Hakimi,editor). Yayasan esentia medika. Yogyakarta.

Prawirohardjo. S. (2010). Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohadjo. Jakarta

Helena E Lindgren1,2*, Åsa Brink1 Marie Klinberg-Allvin1 (2011), Penyebab luka perineum di Rumah Bersalin. Swedia

Saifuddin. A.B. (2007). Asuhan Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohadjo. Jakarta

Sugiyono. (2010). Statistika Untuk Penelitian. Alfabeta. Bandung

Winkjosastro. (2008). Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohadjo. Jakarta

Winkjosastro. (2010). Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohadjo. JakartaFKMA-Universitas Malahayati.(2016)

Unduhan

Diterbitkan

2025-04-18