PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIANDA TAHUN 2026

Isi Artikel Utama

lista martanti
Dessy Hermawan
Dewi Yuliasari

Abstrak

ABSTRAK


Latar Belakang: Balita dengan gizi kurang masih menjadi masalah kesehatan yang berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Prevalensi balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Kalianda merupakan yang tertinggi di Kabupaten Lampung Selatan. Pijat bayi diduga mampu meningkatkan berat badan balita melalui stimulasi saraf vagus. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan balita kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Kalianda Tahun 2026.


Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment two group pretest-posttest. Sampel sebanyak 38 balita gizi kurang dipilih secara purposive sampling, terbagi 19 kelompok intervensi dan 19 kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberi pijat bayi selama 10-15 menit, dua kali seminggu selama empat minggu. Data dianalisis menggunakan paired t-test dan independent t-test.


Hasil: Berat badan kelompok intervensi meningkat dari 9,926±0,964 kg menjadi 10,663±1,003 kg (selisih 0,737 kg; p=0,000), sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 9,516±1,019 kg menjadi 9,816±1,037 kg (selisih 0,300 kg; p=0,000). Independent t-test menunjukkan perbedaan peningkatan berat badan yang signifikan antar kelompok (p=0,000).


Kesimpulan: Pijat bayi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan berat badan balita kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Kalianda Tahun 2026.


Saran: Pijat bayi dapat diterapkan secara mandiri oleh ibu di rumah sebagai upaya nonfarmakologis untuk mendukung peningkatan berat badan balita gizi kurang.

Rincian Artikel

Bagian

Artikel

Referensi

World Health Organization. (2023). Levels and Trends in Child Malnutrition: Joint Child Malnutrition Estimates. Geneva: WHO.

Kementerian Kesehatan RI. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Kemenkes RI.

Puskesmas Kalianda. (2025). Laporan Status Gizi Balita Puskesmas Kalianda. Lampung Selatan: Puskesmas Kalianda.

Soetjiningsih. (2021). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.

Lestari, K. P., Nurbadlina, F. R., Wagiyo, & Jauhar, M. (2021). The effectiveness of baby massage in increasing infant's body weight. Journal of Public Health Research, 10, 1–5. https://doi.org/10.4081/jphr.2021.2332

Notoatmodjo, S. (2018). Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: CV Alfabeta.

Hastono, S. P. (2020). Analisis Data pada Bidang Kesehatan. Jakarta: Rajawali Pers.

Astriana, A., & Suryani, I. L. (2017). Pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan pada bayi di BPS Masnoni Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung. Holistik Jurnal Kesehatan, 11(2), 72–76.

Fatmawati, N. (2021). The effect of baby massage on improvement baby weight. Journal of Qualitative Public Health, 4(2), 227–232. https://doi.org/10.30994/jqph.v4i2.212

Field, T. (2020). Pediatric massage therapy research: a narrative review. Infant Behavior and Development, 1–12.

Herawati, A., Hariyani, F., & Pasiriani, N. (2023). The influence of infant massage on weight gain in babies aged 1-6 months. International Journal of Nursing and Midwifery, 7(2), 1–5.

Nurtilawati, S., & Wahyudi, D. T. (2024). Penerapan pijat tui na untuk meningkatkan berat badan pada balita dengan gizi kurang di Puskesmas Juata. Jurnal Kebidanan, 3.

Priyadarshi, M. (2022). Effect of whole-body massage on growth and neurodevelopment in term healthy newborns: a systematic review. Journal of Global Health, 12, 12005. https://doi.org/10.7189/jogh.12.12005