ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA BAYI BARU LAHIR MELALUI BABY MASSAGE DALAM MENINGKATKAN FREKUENSI MENYUSU DI PMB LIKA KUSUMA WARDANI, S.Keb
Abstrak
Latar Belakang: Pijat bayi merupakan bentuk stimulasi sentuhan yang bermanfaat dalam mendukung tumbuh kembang serta keberhasilan menyusui. Salah satu masalah yang masih dihadapi di Indonesia adalah rendahnya cakupan ASI eksklusif, termasuk di Provinsi Riau. Berdasarkan studi kasus di PMB Lika Kusuma Wardani, intervensi pijat bayi dipilih sebagai pendekatan Evidence Based Practice untuk meningkatkan frekuensi menyusu bayi.
Tujuan: Tujuan kegiatan ini adalah memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) dari kehamilan trimester III hingga keluarga berencana (KB), dan menerapkan pijat bayi yang dilakukan pada asuhan bayi baru lahir guna meningkatkan frekuensi menyusui bayi.
Metode: Metode pada kegiatan ini berupa observasi langsung, wawancara, dan pencatatan frekuensi menyusu sebagai metode pengumpulan data. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Maret-Mei 2025, khusunya penerapan evidance based berupa pijat bayi dilakukan selama empat minggu yang berlangsung selama bulan Mei 2025, dengan tiga kali pertemuan dalam seminggu, di PMB Lika Kusuma Wardani, S.Keb.
Hasil: Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada perilaku menyusui, yakni frekuensi menyusu meningkat dari kurang ≤6 kali menjadi 11 kali per hari, durasi menyusu dari 5 menit menjadi 15-20 menit per sesi, serta peningkatan berat badan bayi dari 3.165 gr menjadi 3.800 gr.
Kesimpulan: Pijat bayi terbukti efektif sebagai intervensi untuk meningkatkan frekuensi menyusu dan status gizi bayi, serta mendukung keberhasilan pemberian ASI secara optimal.
Kata Kunci: Pijat Bayi, Frekuensi Menyusu, ASI
Referensi
Astuti, S.C.D. dkk. (2020) “Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Menyusu Bayi,” Jurnal Ilmiah Kebidanan, 8(21), hal. 2581–1029.
Kaban, F.O. (2023) Pijat Bayi Metode Nande. Medan: Art Design Publishing.
Kemenkes (2022) Profile Kesehatan Indonesia.
Kementrian Kesehatan (2023) Profil Kesehatan Indonesia.
Nurgraheni, A. dkk. (2024) “Dampak Pijat Bayi pada Bonding dan Attachment Ibu-Bayi di Jenawi , Karanganyar,” Jurnal Kesehatan Vokasional, 9(4), hal. 273–285.
Prastiwi, I. dkk. (2022) “Efektivitas Baby Spa Terhadap Frekuensi Menyusu Dan Berat Badan Bayi Usia 3-6 Bulan,” 08(01), hal. 21–30.
Rasdiana, R. dkk. (2022) “Pengaruh Massage Bayi Terhadap Peningkatan Frekuensi Menyusui Dan Berat Badan Bayi Pada Usia 1-6 Bulan,” Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar, 14(1), hal. 26. doi:10.32382/mf.v14i1.2854.
Setiawandari (2019) “Modul Stimulasi Pijat Bayi dan Balita,” in Hanik, L. (ed.). Surabaya: Adi Buana University Press Universitas, hal. 1–48.
Suhartik dkk. (2020) “Hubungan Pijat Bayi Dengan Frekuensi Menyusu Pada Bayi Usia 1 – 6 BULAN,” hal. 13–20.
Syah, D. (2022) Dampak Asi Eksklusif, Status Gizi Dan Diare Pada Perkembangan Motorik Balita. Diedit oleh Charisnawati. Yogyakarta: Nuta Media.
WHO (2024) Monitoring Health For The SDGs, Sustainable Development Goals