Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) Di Puskesmas Kawunganten Tahun 2023-2024
Kata Kunci:
bblr, bayi baru lahir, faktor yang berhubungan dengann bblrAbstrak
World Health Organization (WHO), 2021 menjelaskan bahwa BBLR merupakan bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. WHO memperkirakan bahwa 15% hingga 20% dari semua kelahiran di seluruh dunia merupakan kelahiran dengan BBLR. sekitar 60% sampai dari 80% angka kematian bayi (AKB) di dunia disebabkan oleh kejadian BBLR, hal inilah yang menyebabkan BBLR masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama. (Frinawati & Sari, 2020). Indonesia memiliki prevalensi BBLR pada tahun 2022 menurut Survai Status Gizi Indonesia (SSGI) adalah 6,0% (Kemenkes RI, 2020). Persentase angka kejadian BBLR di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022 adalah 5,1%. Di Kabupaten Cilacap pada tahun 2023 kasus dari kelahiran 25.183 jiwa kasus BBLR sebanyak 1.191 atau 4,7% (Dinkes Kabupaten Cilacap, 2023). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Kawunganten Tahun 2023-2024. Penelitian ini merupakan penelitian case control dengan desain retrospekif Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 1050 bayi baru lahir . Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dan diperoleh 56 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar cheklist. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari rekam medik Puskesmas Kawunganten. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan taraf signifikan 95%. Kejadian Kejadian BBLR di Puskesmas Kawunganten tahun 2023-2024 sebanyak 28 responden (50%), Tidak ada hubungan umur ibu dengan kejadian BBLR di Puskesmas Kawunganten dengan nilai p-value 0,776< 0,05 dan nilai r sebesar 0.039, Ada hubungan yang cukup kuat antara paritas ibu dengan kejadian BBLR di Puskesmas Kawunganten dengan nilai p-value 0,040< 0,05 dan nilai r sebesar 0.026, Ada hubungan yang cukup kuat antara status gizi ibu dengan kejadian BBLR di Puskesmas Kawunganten dengan nilai p-value 0,009< 0,05 dan nilai r sebesar 0.348. Faktor yang berhubungan dengan BBLR adalah paritas dan status gizi