Hubungan Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Balita Lokal Pemulihan, Asi Ekslusif Dan Mp-Asi Dengan Peningkatan Status Gizi Balita Stunted
Kata Kunci:
PMT,, MP-ASI,, Asi eksklusif, balita, stunting, status giziAbstrak
Global Nutrition Report tahun 2014, menunjukkan Indonesia termasuk dalam 17 negara diantara 117 negara yang mempunyai tiga masalah gizi yaitu : stunting , wasting dan overweight pada balita.Pada tahun 2023 Indonesia berada di peringkat ke-5 di Asia sebesar 21,5%. prevalensi balita stunting untuk tingkat nasional Provinsi Jawa Tengah menduduki urutan 15 yaitu 20,8%. Pada tahun 2023 turun 0,1% menjadi 20,7 % (SKI 2023). Data E PPBGM tahun 2023 prevalensi stunting di Kabupaten Kebumen menjadi urutan nomer 21 dengan prosentase 10,4 %. Mengetahui hubungan pemberian makanan tambahan (PMT) balita lokal pemulihan, ASI Ekslusif dan MP-ASI dengan peningkatan status gizi balita stunted (6-59 Bulan) di wilayah Puskesmas Karanggayam I.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelatif. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional Jumlah populasi dalam penelitian ini berdasarkan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) di Wilayah Kerja Puskesmas Karanggayam I Kabupaten Kebumen sejumlah 204 balita Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling dan diperoleh 134 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar pengumpulan data sekunder. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji Rank Spearman dengan taraf signifikan 95%.
Ada hubungan yang cukup kuat antara pemberian makanan tambahan (PMT) balita lokal pemulihan dengan peningkatan status gizi balita stunted dengan p value <0.001 dan nilai r 0.551, pemberian ASI Eksklusif dengan peningkatan status gizi balita stunted berhubungan secara statistik namun tidak berhubungan secara klinis dengan p value 0.008<0.05 dan nilai r 0.229 (<0.3), dan pemberian MPASI dengan peningkatan status gizi balita stunted berhubungan secara statistk namun tidak berhubungan secara klinis dengan p value 0.004<0.05 dan nilai r 0.243 (<0.3).