Evaluation of Post-Radiation Side Effect in Breast Cancer Patients Undergoing Radiotherapy

Penulis

  • Zidna Muna Penulis
  • Wirsma Harahap Penulis
  • Fathiyya Hanum Penulis
  • Aisyah Elliyanti Penulis
  • Zelly Dia Rofinda Penulis
  • Shinta Ayu Intan Penulis

Abstrak

Latar Belakang: Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker dengan tingkat kejadian yang tinggi, dan beban kasus diperkirakan akan meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan prevalensi faktor risiko. Radioterapi adalah pengobatan umum untuk kanker payudara, namun dapat menyebabkan efek samping pada organ-organ seperti kulit, esofagus, paru-paru, dan hemoglobin (Hb). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek samping radioterapi pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Universitas Andalas. 

Tujuan: Mengetahui ada hubungan antara teknik radioterapi terhadap efek samping kulit, paru, esofagus, dan hemoglobin.

Metode: Ini adalah studi analitis dengan data sekunder dan desain cross-sectional yang melibatkan 164 dari 838 pasien yang dipilih melalui purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Studi ini mengevaluasi hubungan antara teknik radioterapi IMRT dan 3DCRT dengan efek samping pada kulit, esofagus, paru-paru, dan Hb, serta hubungan antara teknik fraksionasi radioterapi (konvensional dan hipofraksionasi) dengan efek samping pada kulit, esofagus, paru-paru, dan Hb. Uji statistik yang digunakan untuk analisis data adalah chi-square dan fisher 

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara teknik radioterapi dengan efek samping pada kulit (p=0,0002), namun tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan efek samping pada esofagus (p=0,990), paru-paru (p=0,328), dan Hb (p=0,451). Selain itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara teknik fraksionasi radioterapi dengan efek samping pada kulit (p=0,369), esofagus (p=0,764), paru-paru (p=1,000), dan Hb (p=0,533).

Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknik radioterapi memiliki hubungan yang signifikan dengan efek samping pada kulit, tetapi tidak pada efek samping pada esofagus, paru-paru, dan Hb. Teknik fraksionasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan efek samping pada kulit, esofagus, paru-paru, dan Hb.

Saran: teknik radioterapi IMRT lebih baik dibandingkan 3DCRT

Kata Kunci : kanker, 3DCRT, IMRT

Referensi

Agarwal, V., Logie, N., Morris, C. G., Bradley, J. A., Rotondo, R. L., & Bradfield, S. M., et al. (2018). Esophagitis associated with multimodality management of pediatric Ewing sarcoma of thorax. Pediatric Blood Cancer, 65(6).

Fitriaruzzakiyyah, N., Sinuraya, R. K., & Puspitasari, I. M. (2017). Terapi kanker dengan eadiasi: konsep dasar radioterapi dan perkembangannya di Indonesia. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 6(4), 311–320.

Hentihu, F. K., Anto, A. K., & Nugroho, R. S. (2022). Skin dosimetric comparison of 3DCRT and IMRT planning for post-mastectomy breast radiotherapy. Atom Indonesia, 48(1), 9.

Jameus, A., Kennedy, A. E., & Thome, C. (2021). Hematological changes following low dose radiation therapy and comparison to current standard of care cancer treatments. Dose-Response, 19 October.

Jessica, Prunaretty, C., Bourgier, S., Gourgou, et al. (2023). Different meaning of the mean heart dose between 3D-CRT and IMRT for breast cancer radiotherapy. Frontiers in Oncology. https://doi.org/10.3389/fonc.2022.1066915

Karlsen, J., Tandstad, T., Sowa, P., Salvesen, Ø., Stenehjem, J. S., & Lundgren, S., et al. (2021). Pneumonitis and fibrosis after breast cancer radiotherapy: occurrence and treatment-related predictors. Acta Oncologica, 60(12), 1651–1658.

Larasati, A., Marhendra, Utama, S., & Kusumadjati, A. (2022). Profile of breast cancer patients with radiotherapy in Hasan Sadikin Hospital Bandung. Indonesian Journal of Cancer, 16(3), 142.

Lutfia, G., Huda, N., & Aziz, R. A. (2024). Hubungan kesejahteraan spiritual dengan citra tubuh pasien kanker payudara post mastektomi di RSUD Arifin Achmad. Jurnal Riset Media Keperawatan, 7(1), 27-34.

Shams, M. J., Rahman, M. M., Mollah, N. U., Khoshin, L., & Thapa, S. (2023). Advanced conformal radiotherapy versus 3DCRT in post-mastectomy breast cancer patients: a comparative study on skin toxicities and doses to organs at risk. International Journal for Multidisciplinary Research, 5(4).

Tisnasari, I. A. M. A. S., Nuraini, T., & Afiyanti, Y. (2022). Penerapan cognitive behaviour therapy pada pasien kanker. Journal of Telenursing (JOTING), 11 April.

Vogel, M., Gade, J., Timm, B., Schürmann, M., Auerbach, H., & Nüsken, F., et al. (2022). Comparison of breast cancer radiotherapy techniques regarding secondary cancer risk and normal tissue complication probability – modelling and measurements using a 3D-printed phantom. Frontiers in Oncology, 27 July.

Yang, D., Piao, Y., Yuan, F., Chen, H., Zhang, D., & Li, X. (2022). Gastric side effects and the stomach dosimetric analysis in left-sided breast cancer radiotherapy in free-breathing and deep inspiration breath-hold technique. Radiation Oncology, 17(1), 3 January.

Raza, U., Sheikh, A., Jamali, S. N., Turab, M., Zaidi, S. A., & Jawaid, H. (2020). Post-treatment hematological variations and the role of hemoglobin as a predictor of disease-free survival in stage 2 breast cancer patients. Cureus, 13 March.

Unduhan

Diterbitkan

2025-04-18