PENERAPAN FIQIH KESEHATAN SESUAI HIMPUNAN PUTUSAN TARJIH MUHAMMADIYAH UNTUK KASUS PERDARAHAN UTERUS DISFUNGSIONAL

Penulis

  • Enny Yuliaswati Proofreader
  • Kamidah Proofreader
  • Rita Riyanti Kusumadewi Proofreader

Abstrak

Latar Belakang: Setiap perempuan dalam siklus kehidupan reproduksinya, hampir selalu pernah mengalami suatu keadaan penyimpangan ginekologi seperti contohnya adalah perdarahan di luar siklus haid. Perdarahan di luar silus haid atau bisa disebut perdarahan uterus disfungsional merupakan suatu keadaan pengeluaran darah yang tidak diakibatkan oleh karena haid atau nifas. Respon dan berbagai cara para perempuan dalam menyikapi perdarahan di luar siklus haid beragam. Berbagai respon yang ditunjukkan oleh para perempuan antara lain dengan tetap menyikapinya sebagaimana darah haid, namun ada juga yang menyikapi dengan menganggapnya sebagai penyakit. Untuk menyamakan respon yang beragam, maka diperlukan pedoman yang bisa diterapkan secara universal, terutama bagi umat muslim yang sanagt menjunjung tinggi kebersihan diri dan kesucian dari hadats besar dan hadats kecil dalam beribadah. Pedoman tentang fiqih dalam menyikapi perdarahan di luar siklus haid telah dibahas secara tuntas dan lengkap di dalam Himpunan putusan tarjih Muhammadiyah yang dikeluarkan oleh PP Muhammadiyah.  Tujuan: Pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang perdarahan uterus disfungsional dan cara menyikapinya sesuai HPT Muhammadiyah. Metode: Kegiatan PkM  ini dilakukan persiapan sampai evaluasi selama 3 bulan  dalam bentuk diskusi interaktif dengan materi tentang perdarahan uterus disfungsional dan cara bersuci dari hadats besar dan hadats kecil. Berdasarkan pengamatan selama kegiatan pengabdian masyarakat, beberapa hasil positif diperoleh, seperti: 1). Peserta yang terdiri dari 43 peserta yang merupakan ibu-ibu anggota PKK Setran timur 03/02 Bulakejo Sukoharjo 2). Para peserta aktif dalam sesi tanya jawab. Hasil: Ada peningkatan pengetahuan terkait perdarahan uterus disfungsional. Hasil post test menemukan 35 peserta atau 78% dari peserta menjawab dengan benar. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pendidikan lesehatan dengan diskusi interaktif mampu meningkatkan pengetahuan  tentang perdarahan uterus disfungsional dan cara menyikapinya.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2023-08-17